GHOLIBAN : Madu Kalimantan (beepollen dan royal jelly)

Madu hutan kalimantan gholiban adalah madu asli yang diambil langsung dari sarang lebah liar apis dorsata dari dari hutan Kalimantan.

BAHASA ARAB DI HARI PERTAMAKU MENGAJAR

Hari ini menjadi hari pertama aku mengajar bahasa Arab di semester 2, tepat di hari Senin tanggal 16 Januari 2017..

Kisah Umar Bin Khattab Part.1 : Sentuhan Hidayah

Umar bin Khattab adalah salah seorang yang keras permusuhannya kepada Nabi Muhammad saw. Begitu kuat hasratnya untuk membunuh beliau..

Antara Sambutan dan Roasting

Roasting adalah metode Stand Up yang seringkali digunakan oleh komedian untuk menyerang seseorang namun dengan cara yang unik.

Inferior

Apa sih inferior itu? Melihat dari makna yang termaktub di KBBI online, inferior berarti bermutu rendah, (merasa) rendah diri.

Tampilkan postingan dengan label diary. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label diary. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Februari 2023

Antara Sambutan dan Roasting

 Apa sih roasting? 

Apa juga kaitannya dengan sebuah sambutan?


Inferior

Apa sih inferior itu? 

Melihat dari makna yang termaktub di KBBI online, inferior berarti bermutu rendah, (merasa) rendah diri.

Makna Inferior

Sabtu, 06 Juni 2020

Nasehat Yai Sun - Ngaji Seing Tenanan

“Mumpung masih muda, tenaga juga masih ada. Ngaji sing mempeng, tenanan. Kitab opo wae, dipelajari,” nasehat Abah Yai Sun, kyai senior di daerah Pagerwojo, Perak.     Pagerwojo merupakan desa kecil di pinggiran Kecamatan Perak. Dari dulu hingga sekarang, desa ini selalu menghasilkan ulama-ulama panutan, kyai-kyai sekaliber desa hingga kecamatan. Selain Abah Yai Sun, masih ada juga Mbah Yai Masduqi Abdurrohman, pengasuh Pesantren Roudhatu Tahfizh Quran.  Di desa ini pula terdapat makam wali penyebar agama Islam di wilayah Jombang dan seitarnya. Sayyid Abdurrohman, yang makamnya terletak di Masjid Pagerwojo. Beliau merupakan salah satu keturunan dari Sunan Gunungjati Cirebon. Banyak kisah yang aku dapatkan tentang desa ini dari Emakku, yang asli keturunan orang Pagerwojo.     “Dulu saya, saking pengennya memahami kitab  ta’lim mutaallim. Saya sampai mengkhatamkannya sebanyak 14x di bawah bimbingan Mbah Yai Mahrus, Lirboyo,” Abah yai Sun melanjutkan nasehatnya. Beliau memperlihatkan ratusan kitab yang berjajar rapih di rak lemarinya. Selama lebih kurang 13 tahun mondok (1963 -1976) di daerah Kediri. Pulang langsung dipasrahi mengajar ngaji.     Satu hal yang amat ditekankan kepada kami saat sowan kepada beliau adalah untuk tekun dalam mengaji,”dulu Mbah Kaji Hamid Kerosono (suami dari Mbah Nyai Fatimah – Mbahku) bilang – Sun, nak ngaji sing temenan. Kitab opo wae, dipelajari. Nderek kaleh dawuhe Poro Yai. Wes to, nggak bakalan rugi.” -Sun, kalau kamu ngaji, yang tekun. Kitab apa saja dipelajari. Ikut apa yang disampaikan oleh Kyai. Insyaallah gak bakal merugi.-     Alhasil, nasehat itu setidaknya melecut beliau hingga saat ini. Ada banyak pengajian yang beliau isi, belum beberapa madrash dan TPQ.  Semoga ilmu dan semangat beliau, terwaris kepada kami. Amiiin  Ngawi, 06 Juni 2020.
“Mumpung masih muda, tenaga juga masih ada. Ngaji sing mempeng, tenanan. Kitab opo wae, dipelajari,” nasehat Abah Yai Sun, kyai senior di daerah Pagerwojo, Perak.

 

Rabu, 03 Juni 2020

Filosofi Bodo Kupat

Falsafah orang Jawa kuno selalu terkandung sesuatu yang arif dan bijaksana untuk dipelajari. Beruntung sekali orang yang bisa mengenalnya, apalagi bisa memahaminya. Tetapi sedikit orang yang mau mengkaji akan hal ini, satu di antara falsafah itu adalah Bodo Kupat.   Secara harfiah, Bodo Kupat hampir mirip dengan Bodo Amat, tapi kedua kata mempunyai arti yang jauh berbeda. bodo Kupat artinya Lebaran Ketupat sedang Bodo Amat artinya Biarin, Suka Suka Gue, kata anak-anak jaman milenial.   Bodo Kupat biasa dilaksanakan 7 hari semenjak dimulainya salat idulfitri. Dalam Bodo Kupat, beragam menu tradisional disediakan untuk dikonsumsi. Menu tersebut sangat khas dan tidak tergantikan. Apa saja dan apa makna dari makanan tersebut:  1. Lontong “Olo e Dadi Kotong”  Lontong menurut orang Jawa punya filosofi “olo e dadi kotong” atau dalam bahasa Indonesianya, kejelekannya sudah tidak ada atau hilang. Filosofi ini erat kaitannya dengan bulan Ramadhan. Seperti yang kita tahu, selama di bulan suci itu umat islam akan dilebur dosa-dosanya setelah sebulan berpuasa. Hingga akhirnya kembali suci dan fitrah, sehingga dijuluki dengan “olo e dadi kotong”. Meskipun tak harus dimakan setelah bulan puasa, lontong silahkan kamu nikmati kapan saja. Namun kali ini jangan lupa, jika lontong tersebut adalah representasi dari dosa yang telah dihilangkan. Jadi, mudah-mudahan bisa jadi pengingat yang baik agar kita selalu bertaubat agar terampuni semua dosa-dosa.  2. Lepet “Elek e Disimpen Sing Rapet” Sama seperti lontong, lepet juga punya filosofinya sendiri, yakni “elek e disimpen sia sendiri disimpan rapat-rapat. Kejelekan adalah aib yang sebisa mungkin jangan pernah diumbar.  Namun di zaman sekarang ini yang semuanya serba terbalik, orang-orang malah bangga dengan kejelekannya. Ketika mengunyah ketan dan kacangnya yang lembut, lepet akan terus menerus mengingatkanmu agar selalu bisa menjaga kejelekan sendiri.  3. Lemper “Yen Dilem Atimu Ojo Memper” Lemper adalah jajanan primadona yang selalu ada dalam setiap acara besar. Mulai dari khitanan, resepsi nikah, sampai bungkusan pengajian. Lemper juga punya filosofi yang sangat bagus, “yen dilem atimu ojo memper” yang artinya ketika dipuji maka hatimu jangan sombong atau berbangga diri. Ya, kadang memang demikianlah yang terjadi sekarang. Ketika pujian malah bukan jadi suatu pelajaran justru menumbuhkan rasa kebanggaan berlebihan. Merasa sombong dan menganggap orang lain tidak ada apa-apanya. Ketika memakan kudapan satu ini kamu juga bisa mengartikan jika di atas dirimu yang sudah hebat itu, masih ada lainnya yang lebih jago lagi. Lemper memang kue sederhana dan gampang dibuat tapi esensi di dalamnya sangat luas.  4. Ketupat/Kupat “Ngaku Lepat” Kupat atau ketupat ini adalah makanan yang ikonik dengan selebrasi lebaran. Meskipun sebenarnya tak jauh beda dari lontong, namun bentuk kupat yang unik membuatnya tetap berbeda. Tahu kah kamu kenapa kupat umumnya hanya ada di hari lebaran saja? Idul Fitri identik dengan maaf memaafkan dan makanan yang paling representatif untuk menggambarkan hal tersebut adalah kupat. “Ngaku lepat” adalah filosofi di balik makanan   5. Apem Apem merupakan jajanan lawas yang mungkin sudah dibuat beratus tahun yang lalu Apen terambil dari bahasa Arab "afuw" yang artinya maaf. Jadi orang-orang dahulu biasa memberi apem kepada tetangga sebagai bentuk permintaan maaf. Makanya, apem rasanya manis semanis permintaan maaf kepada orang-orang.   6. Kolak Sama seperti deretan makanan di atas makanan ini juga mengandung filosofi bahkan dua arti sekaligus. Kolak biasanya terdiri dari umbi-umbian pendam yang bahasa Jawanya disebut “polo pendem”. Hal ini mengingatkan kita kalau pada akhirnya setiap manusia akan dipendam atau dikubur. Maka sebelum hal tersebut terjadi, maka berbuat baik, lakukan kewajiban dan juga pahami filosofi santan.  Santan atau biasanya disebut santen  mengandung arti “sing salah nyuwun ngapunten” yang artinya adalah siapa pun yang bersalah haruslah meminta maaf. Selain amal, maaf adalah hal yang kita butuhkan saat mati.  Ketika seseorang ikhlas memaafkan kita, maka kematian pun akan jauh lebih mudah. Seperti sudah tidak ada beban lagi, lebih-lebih ketika menjalani kehidupan setelah kematian.  Bagaimana, luar biasaa kan!!!  Al-Muhafadzah ala al-Qodim al-Shaleh wa al-Akhdzu bi al-Jadid al-Ashlah memelihara tradisi lama yang baik dan mengambil sesuatu yang baru yang lebih baik.  Nganjuk, 03 Juni 2020
Falsafah orang Jawa kuno selalu terkandung sesuatu yang arif dan bijaksana untuk dipelajari. Beruntung sekali orang yang bisa mengenalnya, apalagi bisa memahaminya. Tetapi sedikit orang yang mau mengkaji akan hal ini, satu di antara falsafah itu adalah Bodo Kupat. 

Senin, 01 Juni 2020

Shalat Sunnah Syawwal - Shalat Utaqa dan Tata Caranya

Hari ini aku bersama santri Nurul Burhan melaksanakan kegiatan salat sunah mutlak di bulan Syawal salat Sunnah ini mempunyai Fadilah yang luar biasa besar. 

Salat sunah ini langsung dipimpin oleh Mbah Yai Anam, Pengasuh Pesantren Nurul Burhan. Dalam jumlah yang beliau sampaikan salat ini mempunyai keutamaan yang luar biasa. 

 

Jumat, 29 Mei 2020

Pantangan Jawa - Menunjuk Pelangi (Ojo Nduding Pelangi)


“Huss.. Ojo Nduding Pelangi. Ngkoo dadi Ciker Derijine!!” kata Mbah ku. “Huss... Jangan menunjuk ke pelangi (pakai jari) nanti tangannya  melungker (bengkok) tidak bisa lurus)    Ada saja hal yang aneh yang disampaikan oleh Mbah Tini, mbahku yang saat ini berumur sekitar 78 tahun. Sebagai seorang keturunan Jawa aku selalu tertarik dengan adat kebiasaan atau pantangan-pantangan orang dulu. Orang bilang,  orang kuno satu di antaranya ya seperti yang disampaikan oleh Mbah ku ini.  Aku coba cari informasi si ke sana-sini dan ke Google tentunya,  tidak aku temukan pantangan untuk berani menunjuk Pelangi selain sebuah artikel yang dimuat di salah satu situs, bahwa orang Dayak Kalimantan juga mempunyai pantangan yang sama- dilarang menunjuk Pelangi. Kenapa demikian?  Entahlah.  Orang dulu kebanyakan memandang Pelangi sesuatu yang luar biasa tanpa ada hitung-hitungan ilmu sains seperti saat ini mereka menganggap pelangi itu spesial,  di mana bidadari dari langit turun ke bumi untuk mandi . Benar atau tidak, ajaran orang dulu pasti ada hikmah yang besar yang bisa diambil oleh orang-orang jaman now. Meski kelihatannya nggak rasional. Sama sekali.  Hal yang baru yang patut aku tulis dan aku sampaikan ke orang-orang supaya menghormati ciptaan tuhan.  Pelangi-pelangi  Alangkah indahmu  Merah kuning hijau dilangit yang biru  Pelukismu agung  Siapa gerangan  Pelangi pelangi ciptaan Tuhan     Ngawi, 29 Mei 2020.
“Huss.. Ojo Nduding Pelangi. Ngkoo dadi Ciker Derijine!!” kata Mbah ku. “Huss... Jangan menunjuk ke pelangi (pakai jari) nanti tangannya  melungker (bengkok) tidak bisa lurus)

 

Rabu, 27 Mei 2020

Khutbah Syawwal 01

Monggo kito tansah ningkataken takwa kito dumateng ngarsanipun Gusti Allah swt kanthi

Senin, 25 Mei 2020

Rumah Tak Berpintu - Always Open House

Sudah beredar luas di kalangan masyarakat, termasuk di lembaga tempat kami mengajar SE Bupati Ngawi tertanda Surat Edaran yang bernomor 443/26.22/404.106/2020 tentang Kegiatan Ibadah Idul Fitri 1441 H. Salah satu yang menjadi poin penting di sini adalah Bupati meminta masyarakat tidak melakukan kegiatan silaturahim atau halal bil halal keliling dari rumah ke rumah dan meniadakan kegiatan open house dengan menutup pintu rumah.

Edaran ini berhembus luas sehingga menimbulkan tanda tanya dari Para Jamaah Nurul Burhan yang biasanya saban tahun memiliki tradisi Open House. Dengan tamu yang tak bisa dihitung banyaknya, ada yang jalan kaki, berkendara roda dua, mobil, travel, elf minibus hingga angkutan truck.

Menurut apa yang sudah dituturkan oleh Mbah Yai Anam, pengasuh Pesantren Nurul Burhan. Apa yang disampaikan oleh Bupati hanyalah berupa edaran, haimbauan dan sifanya anjuran. Bukan perintah. Hal ini diamini oleh Bapak Carik setempat dalam sebuah kesempatan diskusi di lataran masjid pada malam Jumat, 21 Mei 2020.

“Ayolah, bersikap dewasa. Jangan ikut-ikutan berita di luaran sana. Kalau dusun kita aman, kenapa shalat Ied di masjid dilarang?” kata Mbah Yai Anam

Berlanjut soal larangan silaturohim, bersalaman dan membuka pintu selepas Idul Fitri, “gimana mau tutup pintu, omahku wae ndak ada pintunya. Pokoke monggo. Siapapun yang mau silaturohim, sowan Yai. Silakan. Pintu sowan akan selalu terbuka.”

Untuk para jamaah yang kebingungan dan bertanya entah melalui telepon, sms amupun wa, selama keadaan aman. Pintu rumah Yai Anam akan terbuka untuk kalian yang mau sowan.

Ngawi, 25 Mei 2020.


Minggu, 24 Mei 2020

Gus Kagak Bisa Ngaji,, Lewat

Bersama saudara-saudara di saat hari raya adalah suatu yang dinanti-nanti termasuk oleh diriku di sana kita akan menemukan momen yang tidak bisa kita nikmati selain hari tersebut momen silaturahim momen berbagi THR dan momen diskusi momen terakhir inilah yang aku akan pergi di postingan ini    Pembahasan diskusi seputar kehidupan para Gus Gus adalah istilah putra dari seorang Kyai kehebatan tirakat dan keilmuan Gus menjadi pembicaraan yang menarik dari Gus Baha yang lagi tenar Gus Kautsar yang mempunyai kemampuan hafalan sekolah dan kuskus yang lainnya termasuk para Kiai Bapak dari paragraf tersebut     "Mumpung sampeyan masih kecil jadi manfaatkan untuk membaca Apa saja belajar apa saja Gus Baha itu setiap pagi berada di ruangan khusus untuk mengkaji dan membaca." pesan Mas Rosyid, putra ke-2 Abahku, Yai Anam.     Banyak hal yang dia bicarakan termasuk Bagaimana melejitkan kemampuan para Gus, di Ploso misalnya ada yang namanya private gus, "Gus Kok nggak bisa ngaji... lewat!!!!"     Aku mulai mencoba membanding-banding diriku, aku ini apa iya seorang Gus seperti kata sebagian kecil orang yang memanggilku. Atau hanya seorang ustadz layaknya orang-orang kulonan yang menyematkan gelar bagi siapapun yang bisa mengajar putra putri mereka meski hanya alif ba ta.  Ah, entahlah.. Masa Bodo  Yang paling penting dari bincang-bincang ini sebenarnya bagaiamana aku harus meningkatkan kualitas diri agar bisa mensejajari mereka, jikapun tidak bisa minimal punya semangat dan kemauan untuk itu. Meski dengan kemampuan seadanya.  Andaipun nantinya aku belum bisa jadi Ustadz atau Gus atau apapun karena kemampuanku yang terbatas ini, minimal aku bisa dekat dengan orang-orang hebat itu. Biar terciprat hebat pula, seperti yang digambarkan Baginda Nabi Muhammad SAW dalam cuplikan hadisnya, “Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau harum darinya.”  Karena di hadapanku hari ini tengah terhampar sebuah lembaga besar atau sedang membesar, Lembaga yang yang sudah berdiri sejak tahun 1995 lalu. Nurul Burhan.  Mau menjadi apa lembaga ini nantinya akan tergantung oleh tangan-tangan dzurriyah Mbah Yai yang saat ini sedang berada bersamaku, Mas Habib, Mas Rasyid, Dek Dzilhaq dan Dek Robert.  Ngawi, 25 Mei 2020
Bersama saudara-saudara di saat hari raya adalah suatu yang dinanti-nanti termasuk oleh diriku di sana kita akan menemukan momen yang tidak bisa kita nikmati selain hari tersebut momen silaturahim momen berbagi THR dan momen diskusi momen terakhir inilah yang aku akan pergi di postingan ini

Penampilan Nyentrik Sang Calon Imam

Penampilan Nyentrik Sang Calon Imam
Hari ini aku diajari abahku, KH. Asroful Anam bagaimana cara berpenampilan layak di depan publik. Tepat saat bersama berangkat ke masjid As Sholikhin guna menunaikan shalat Idul Fitri beliau menegurku, “imam kok penampilane nggak meyakinkan.” Saat itu aku mengenakan pakaian polos putih dengan sarung corak hitam abu-abu.

“Kulo mboten ngimami Bah,” ujarku membela diri.

Selasa, 19 Mei 2020

Tips - Pengalamanku Mengambil Dana BOS

Tips - Pengalamanku Mengambil Dana BOS
Hari ini untuk ke sekian kali aku harus mendatangi Bank Jatim demi memastikan pencairan Dana BOS untuk kuartal 2 (Triwulan 2). Secara kepastian jumlah, entah. Hanya info yang beredar sudah cair. Alhamdulillah....

Kamis, 08 Juni 2017

HARTA JUGA DIBAWA MATI


*'SIAPA BILANG HARTA TIDAK DIBAWA MATI ??'*

Haji Usman, pemilik salah satu usaha batik dan olahan texstil terkemuka di Yogyakarta, memang dikenal masyarakat atas kedermawanannya, seakan harta telah begitu tak berharga baginya.
Seakan dunia telah begitu hina dimatanya.
Inilah mungkin sosok nyata orang yg dunia di tangannya dan akhirat di hatinya.
Maka beberapa orang pengusaha muda yg bersemangat mendatangi beliau.

Rabu, 17 Mei 2017

kisah motor dan mobil yang tertabrak

Kisah motor dan mobil yang tertabrak

Tak pernah menyangka diriku jalanan ini begitu mengesankan.  Jika dahulu Aku membawa motor dari Bandung ke Sukabumi bersama kawanku Isom,  Alhamdulillah hari ini aku membawa motor pulang dengan istriku sendiri adik Ikfie.

Senin, 15 Mei 2017

Perpisahan Angkatan 5 SMP IT Al A'raf

Perpisahan angkatan 5 SMP IT Al a'raaf

Pertemuan dan perpisahan adalah bagian dari kehidupan. Setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan dan itulah sebuah kenyataan. Itu pula yang sedang terjadi hari ini di sekolahku SMP IT Al A'raf Sukabumi.

Jumat, 12 Mei 2017

Solo Camp dan pelampiasan senior


Solo Camp dan pelampiasan senior


Masalah adalah bagian dari kehidupan. Setiap proses kehidupan mempunyai masalah dan hal penting dalam perjalanan suatu proses yang penuh dengan masalah tersebut adalah dengan menyelesaikannya. Dan itulah kenikmatan yang tiada duanya.

Selasa, 21 Maret 2017

Aku dan Gadis Ngawi

Aku dan Gadis Ngawi

Aku dan Gadis Ngawi
Kalau boleh jujur, sudah lama aku nggak menulis karya tulis seperti ini. Padahal bulan Maret sudah memasuki hari yang ke-18, namun entah kenapa rasa malas selalu menggelayuti diri. Aku yang pada tahun lalu mencanangkan private programme, One Day One Post alias Satu Hari Satu Kali nge-Post tulisan ealadalaa…. Malah kagak pernah. Jangankan menulis, pegang laptop aja jarang.
Parah….

Rabu, 08 Februari 2017

-GOES TO PULAU KELAPA NAGRAK-

LAPORAN KEGIATAN RIHLAH BULANAN ASRAMA
FEBRUARI 2017
-GOES TO PULAU KELAPA NAGRAK-

A        LATAR BELAKANG
Ikan Paus yang Rakus
Sebagai sekolah dengan sistem boarding school (asrama), sudah sewajarnya SMPIT Al Araf mengakomodasi berbagai kegiatan non-pendidikan yang ada di luar jam sekolah. Kegiatan itu meliputi kegiatan harian, pekanan dan bulanan.
Dari kegiatan yang kami sebutkan di atas, di sini kami akan melaporkan kegiatan rutin bulanan yang biasa dikenal dengan istilah Rihlah Syahriyah (Kunjungan Bulanan). Objek dari rihlah bulan Februari kali ini adalah Pulau Kelapa Waterboom yang ada di Nagrak, Cibadak.

Selasa, 24 Januari 2017

Kaki Kesandung: Cobaan Atau Teguran?

Kaki Kesandung: Cobaan Atau Teguran?

Hanya 2 Pilihan: Sabar Atau Bersukur
Jedugg...
Ahhhh..
“Apaan nih??” erangku sambil kesakitan.

Tetiba kulihat kakiku berdarah akibat menyandung portal di ruang makan, harusnya ku lebih menaikkan kaki lebih tinggi saat melangkahkan kaki. Akibatnya, jempol kaki kiriku berdarah. Awalnya nggak kerasa sih sakitnya, tapi tak lama berselang..
Teung.. teung.. teung...

Aku yang sedang makan malam, mulai merasa kesakitan. Aku coba mencari solusi, mencari kotak P3K. Kulangkahkan kakiku ini ke kamar, padahal adzan Isya sedang berkumandang. Tapi bagaimana mau jalan ke masjid kalau kaki ini berdarah, kalau nggak menyebabkan masjid ntar kotor atau malah kakiku ini makin merambat saitnya.

Sesuai namanya, P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan), aku melakukan langkah-langkah sbb:

Senin, 23 Januari 2017

Akhirnya Whatsappku..... (Cara Jitu Mengembalikan Aplikasi WA yang Hilang)

Akhirnya Whatsappku.....
(Cara Jitu Mengembalikan Aplikasi WA yang Hilang)

Whatssappku hidupku
Sayangnya, platform perangkat ini tidak mendukung aplikasi whatsapp. Silakan mengganti dengan platform perangkat lain

Aku adalah seorang Blackberryan semenjak 3 tahun lalu, bukan karena suka atau pengguna sejati sih. Hanya saja saat aku ingin mencari HP yang sesuai budgetku. Karena HP sebelumnya aku rasakan tidak sesuai dengan selera, ganti deh akhirnya.
Dan aku menemukan HP yang aku cari, harga 1,5 juta. BB Z10.

Hal yang paling aku ingat soal HP adalah saat aku ada di Jakarta, saat itu ada undangan menjadi imam tarawih hingga sebulan lamanya. Berangkat dari Sukabumi bersama kawanku, Amir aku membawa perbekalan yang lumayan berat. Apa pasal?

Kamis, 19 Januari 2017

KETIKA HUJAN MULAI TERSENYUM

KETIKA HUJAN MULAI TERSENYUM

Hebat Yaa
Bicara soal hujan tidak akan ada habis-habisnya. Seperti air hujan itu sendiri. Kisah seputar itupun bisa amat beragam
Pernah suatu ketika Nasrudin, tokoh legenda sufi di Turki kedapatan lari-lari saat hujan tengah mengguyur kampungnya.
“Kenapa sih kamu lari saat hujan, kan hujan itu rahmat Allah?” ujar seseorang kepada Nasrudin Koja
Sedikit berpikir, sebelum akhirnya Nasrudin menjawab dengan bijak, “kan hujan rahmat Allah. Aku khawatir jika tetap hujan-hujan aku akan menginjak rahmat Allah.”

Lain Nasudin lain pula si Mukidi, orangnya memang humoris dan suka becandain kawan-kawannya.