GHOLIBAN : Madu Kalimantan (beepollen dan royal jelly)

Madu hutan kalimantan gholiban adalah madu asli yang diambil langsung dari sarang lebah liar apis dorsata dari dari hutan Kalimantan.

BAHASA ARAB DI HARI PERTAMAKU MENGAJAR

Hari ini menjadi hari pertama aku mengajar bahasa Arab di semester 2, tepat di hari Senin tanggal 16 Januari 2017..

Kisah Umar Bin Khattab Part.1 : Sentuhan Hidayah

Umar bin Khattab adalah salah seorang yang keras permusuhannya kepada Nabi Muhammad saw. Begitu kuat hasratnya untuk membunuh beliau..

Antara Sambutan dan Roasting

Roasting adalah metode Stand Up yang seringkali digunakan oleh komedian untuk menyerang seseorang namun dengan cara yang unik.

Inferior

Apa sih inferior itu? Melihat dari makna yang termaktub di KBBI online, inferior berarti bermutu rendah, (merasa) rendah diri.

Tampilkan postingan dengan label khutbah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label khutbah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Mei 2020

Khutbah Syawwal 01

Monggo kito tansah ningkataken takwa kito dumateng ngarsanipun Gusti Allah swt kanthi

Rabu, 30 Agustus 2017

KEUTAMAAN PUASA TARWIYAH & AROFAH


KEUTAMAAN DAN HIKMAH serta NIAT.

PUASA TARWIYAH (Rabu, 8 Dzulhijjah / 30 agustus 2017) ARAFAH (Kamis , 9 Dzulhijjah / 31 agustus 2017).

Puasa sunah Tarwiyah dan Arafah sangat dianjurkan bagi umat muslim sedunia, agar kita dapat turut merasakan nikmatnya seperti yang dirasakan oleh para jama’ah haji. Namun, bagi jamaah haji sendiri haram hukumnya untuk berpuasa di hari Arafah 9 Dzulhijjah.

Adapun yang dimaksud dengan puasa Arafah adalah (Mengetahui) puasa yang dilaksanakan pada hari Arafah yakni pada tanggal 9 Dzulhijjah yaitu hari pada saat jama’ah haji melakukan wukuf dipadang Arafah.

Kamis, 08 Juni 2017

HARTA JUGA DIBAWA MATI


*'SIAPA BILANG HARTA TIDAK DIBAWA MATI ??'*

Haji Usman, pemilik salah satu usaha batik dan olahan texstil terkemuka di Yogyakarta, memang dikenal masyarakat atas kedermawanannya, seakan harta telah begitu tak berharga baginya.
Seakan dunia telah begitu hina dimatanya.
Inilah mungkin sosok nyata orang yg dunia di tangannya dan akhirat di hatinya.
Maka beberapa orang pengusaha muda yg bersemangat mendatangi beliau.

Jumat, 27 Januari 2017

PETUNJUK KHUTBAH JUMAH

PETUNJUK KHUTBAH JUMAH

#Belajarkhutbah
Buat antum yang mempunyai profesi sebagai khatib, atau jadi khatib karena adanya tugas dan jadwal yang telah disepakati atau ditunujk dengan dadakan gegara khatib utamanya berhalangan. Nih ane punya catatan tentang Petunjuk Khutbah Jum’ah. Catatan ini ane tulis ulang dari karya Himpunan Khutbah Jum’ah Lengkap dan Praktis susunan Achmad Sunarto. Selamat menikmati!!
I.          RUKUN KHUTBAH
1.    Khatib harus membaca hamdalah, memuji Allah di dalam dua khutbah
2.    Khatib harus membaca shalawat kepada Rasulullah SAW di dalam dua khutbah
3.    Khatib harus berwasiat kepada hadirin agar bertakwa kepada Allah di dalam dua khutbah
4.    Khatib harus membaca  ayat Al Quran pada salah satu dari dua khutbah
5.    Khatib harus membaca doa untuk seluruh kaum Muslimin pada khutbah kedua

Jumat, 13 Januari 2017

Khutbah : Investasi Abadi

Investasi Abadi

Yuk berinvestasi!! 
Bakda tahmid, tahlil dan tasbih marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan meninggalkan semua larangan-Nya. Karena dengan takwa pula kita bisa terhindar dari segala bentuk dosa, kecil atau besar, yang nampak maupun samar, disengaja atau tidak sehingga mengantarkan pelakunya pada kebahagiaan hakiki di akhirat nanti.

Hadirin!!
Tema khutbah kali ini adalah tentang Investasi Abadi. Diakui atau tidak pada umumnya manusia mempunyai kecenderungan untuk berinvestasi. Mempersiapkan sesuatu yang ingin dimiliknya nanti di masa mendatang. Misalnya,  bekerja di dunia kepegawaian untuk mendapatkan tunjangan di masa tua, menabung di bank agar mempunyai simpanan, ikut berbagai asuransi demi mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari atau yang lebih sederhana menabung di celengan, di dalam lemari demi membeli barang yang diimpikan sejak jauh-jauh hari.

Secara bahasa investasi berasal dari bahasa Inggris, invest  yang artinya menanam/menanam uang (konteks nya).

Jumat, 23 Desember 2016

Khutbah Jumah : MENELADANI RASULULLAH SAW

MENELADANI RASULULLAH SAW

KHUTBAH PERTAMA
JamaahJum’at yang dirahmati Allah.
Segala puji bagi Allah yang senantiasa melimpahkan karunia-Nya kepada kita. Diantara karunia dan rahmat besar yang dilimpahkan kepada kita sebagai umat akhir zaman adalah dilahirkannya Muhammad SAW yang kemudiandiangkat menjadi Nabi dan Rasul.
Prepare to Khutbah Jumah
Berdasarkan hadits shahih, Rasulullah lahir pada hari Senin. SyaikhShafiyurrahman Al Mubarakfury di dalam Ar-RahiqulMakhtum berpendapat beliau lahir pada tanggal 9 Rabiul Awal. Namunpendapat paling masyhurmenyepakatibeliaulahirpadatanggal 12 RabiulAwal.
Kelahiran Rasulullah SAW adalah rahmat yang sangat besar. Beliau, setelah diutus menjadi Nabi empat puluh tahun setelah kelahirannya, dipuji oleh Allah SWT dalam firman-Nya yang menjelaskan karakter sang Nabi terakhir ini:
لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
“Sungguh telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasih lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin”. (QS. At-Taubat : 128)

Jumat, 21 Oktober 2016

Khutbah: Belajar dari Kesalahan

Khutbah: Belajar dari Kesalahan

مقدّمة

Jama’ah Jum’ah ...
Tema khutbah kita kali ini adalah tentang Belajar dari Kesalahan.
Seiring perkembangan teknologi dewasa ini, segala kebutuhan dan keperluan bisa diselesaikan dengan mudah, jarak tempuh yang bermil-mil, ribuan bahkan jutaan mil bisa ditempuh tanpa harus susah payah. Informasi dari negeri paling ujung sekalipun bisa diakses tanpa harus pergi melangkah. Sebuah perkembangan teknologi yang luar biasa tentunya.
Amiiiiiiiiiiin
Tentu masih segar dalam ingatan kita, informasi di Indonesia yang booming dua bulan belakangan ini. Bagaimana masyarakat awam yang jumlahnya ribuan berbondong ingin mengambil jalan pintas menjadi kaya dengan mendatangi padepokan Dimas Kanjeng di Probolinggo misalnya, menggandakan kekayaan mereka, berguru kepadanya. Atau menjadi santri gaul mentereng dengan nyantri ke Padepokan Aa Gatot Brajamusti.
Tentu bukan fenomena itu yang akan kami bahas dan kami kupas. Toh keduanya telah berusrusan dengan pihak yang berwenang. Tapi sisi lain dari munculnya kasus tersebut. Ada apa dengan masyarakat Indonesia?

Jumat, 30 September 2016

Khutbah : Menyikapi Musibah

Menyikapi Musibah
KHUTBAH PERTAMA
Jamaah Jumat rahimakumullah
Mari kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah Ta’ala dengan ketakwaan yang sebenar-benarnya, yaitu mengamalkan apa yang diperintahkan oleh-Nya dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam serta menjauhi apa yang dilarang oleh-Nya dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudia keluarga, sahabat-sahabatnya, serta pengikutnya sampai akhir zaman.
Jamaah Jumat rahimani wa rahimakumullah

Baru-baru ini negeri kita dihebohkan dengan musibah yang menimpa sebuah tempat di Garut, musibah banjir yang menurut berita yang saya baca menelan puluhan korban, baik yang meninggal maupun yang hilang. Bangunan tak terhitung jumlahnya.  Merusak berbagai fasilitas, sawah dan ladang, perkebunan dan jalan-jalan serta berbagai sumber penghasilan.

Jamaah Jumah Rohimakumullah.
Orang yang merenungi sunnatullah tentu akan mengetahui bahwa cobaan merupakan salah satu sunah (ketetapan) Allah yang bersifat kauniyyah qadariyyah (qadar Allah terhadap alam semesta). Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ اْلأَمْوَالِ وَاْلأَنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al Baqarah: 155)

Sabtu, 17 September 2016

3 Tips Khutbah Agar Menarik Dan Tidak Menjadi Sesal di Kemudian hari

3 Tips Khutbah Agar Menarik
Dan Tidak Menjadi Sesal di Kemudian hari

Pernahkah kalian merasakan sebuah penyesalan selesai tampil di khalayak ramai?
Menggerutu, memaki diri dan merasa ada yang harus dibenahi?
“Kenapa tadi aku nggak berkata begini aja, kenapa aku nggak melakukan tindakan begitu aja?”
Jika pernah, maka sabarlah. Jangan menyerah, apalagi sampai berkecil hati. Karena kalian tidak sendiri.
Ya, karena aku menjadi satu di antaranya.
Menjadi Daya tarik
Namun aku tak pernah bangga, apalagi sampai membanggakan diri. Kecuali jika itu suatu kebaikan.
Tapi aku yakin, kalian pasti sepakat, kalau tampil kurang maksimal, masih bolong sana sini bukan merupakan suatu kebanggaan. Tapi merupakan suatu yang tidak boleh dibiasakan. Kalau perlu lekas ditanggalkan.
Masalahnya, caranya itu lho bigimana???

Hanya berdasar pengalaman, aku biasa menggunakan 3cara untuk membuat penampilan buruk tidak kembali terulang.
Pertama, baca buku tentang cara “tips” ceramah atau khutbah atau berbicara di depan audince. Di sana akan dijelaskan banyak sekali cara, dari yang instan, berkala hingga bertele-tele.
Kedua, cari tokoh dai, penceramah, ustadz atau orator yang kondang di bidangnya. Ikuti gaya yang biasa mereka pakai, praktekkan sedikit demi sedikit hingga terbiasa.

Senin, 12 September 2016

KHUTBAH IDUL ADHA -Qurban dan Meneladani Perjuangan Ibrahim Alaihis Salam-

KHUTBAH IDUL ADHA
-Qurban dan Meneladani Perjuangan Ibrahim Alaihis Salam-

Khutbah 1
Semenjak tadi malam, hingga menjelang shalat Ied saat ini kita telah mengumandangkan takbir, tahlil, dan tahmid secara terus menerus, di rumah, di surau-surau, di masjid, di jalan dan di tempat lainnya.
Di sana sini terdengar suara “ALLAHU AKBAR” Yang berarti Allahu Maha Besar, disusul dengan “LA ILAHA ILLALLAHU” (Tiada Tuhan Selain Allah) dan ditutup dengan tahmid “WA LILLAHIL HAMD” (Hanya Bagi Allah segala puja dan puji)
 
bersama sahabat dari garut, kang syarifuddin
Di pagi hari yang penuh barokah ini, kita berkumpul untuk melaksanakan shalat ‘Idul Adha. Baru saja kita laksanakan ruku’ dan sujud sebagai manifestasi perasaan taqwa kita kepada Allah SWT. Kita agungkan nama-Nya, kita gemakan takbir dan tahmid sebagai pernyataan dan pengakuan atas keagungan-Nya. Takbir yang kita ucapkan bukanlah sekedar gerak bibir tanpa arti. Tetapi merupakan pengakuan dalam hati, menyentuh dan menggetarkan relung-relung jiwa manusia yang beriman. Allah Maha Besar. Allah Maha Agung. Tiada yang patut di sembah kecuali Allah.
Karena itu, melalui mimbar ini saya mengajak kepada diri saya sendiri dan juga kepada hadirin sekalian:

Jumat, 02 September 2016

Keutamaan bulan Dzulhijjah dan Amalan-Amalan Yang Dianjurkan Di Dalamnya

Keutamaan bulan Dzulhijjah
dan Amalan-Amalan Yang Dianjurkan Di Dalamnya

Khutbah ke-1
Hadirin Jamaah Jumah Rahikumullah
Tanpa kita sadari saat ini kita telah memasuki bulan yang amat diagungkan dalam agama islam. Bulan dimana amal ibadah pahalanya dilipatgandakan. Pada bulan ini juga merupakan dilaksanaan ibadah haji. Jutaan umat Islam berkumpul di tanah suci untuk menunaikan panggilan Allah melaksanakan rukun Islam yang kelima yakni Ibadah Haji. Bulan itu adalah bulan Dzulhijjah.
Kemuliaan bulan Dzulhijjah, khususnya pada sepuluh hari pertama telah diabadikan dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman:
̍ôfxÿø9$#ur ÇÊÈ   @A$us9ur 9Žô³tã ÇËÈ   Æìøÿ¤±9$#ur ̍ø?uqø9$#ur ÇÌÈ   È@ø©9$#ur #sŒÎ) ÎŽô£o ÇÍÈ  
 “

Demi fajar, Dan malam yang sepuluh, Dan yang genap dan yang ganjil, Dan malam bila berlalu” (QS Al-Fajr 1-4)


Allah SWT. bersumpah dengan lima makhluk-Nya, bersumpah dengan waktu fajar, malam yang sepuluh, yang genap, yang ganjil dan malam ketika berlalu. Dan para ulama tafsir seperti, Ibnu Abbas ra, Ibnu Zubair ra, Mujahid ra, As-Sudy ra, Al-Kalby ra. menafsirkan maksud malam yang sepuluh adalah sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.


Allah bersumpah dengan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah karena keutamaan beribadah pada hari tersebut, sebagaimana hadits Rasul saw:

Rabu, 17 Agustus 2016

Aku dan Khutbah Pertamaku

Aku dan Khutbah Pertamaku

Jujur, salah satu tujuanku datang ke sekolah ini adalah memperbaiki kualitas ceramah dan cara berkomunikasi dengan audience. Maka ketika ada tawaran untuk ceramah atau khutbah di manapun akan aku “iya” kan. Agar jam terbang yang aku miliki makin tinggi menjulang. Masalahnya, bagaimana jika tawaran yang diberikan kepadaku dadakan?
 
aku dan khutbah pertamaku
Tentunya ceramah bukan seperti orang jualan yang serba instan atau bisnis tahu,
Tahu bulat...
Lima ratusan..
Digoreng dadakan..
Dengan suara nya yang khas.

Aku jadi teringat saat2 pertama ditunjuk menjadi speaker of speech di HEC2 setahun silam.

Jumat, 12 Agustus 2016

KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA DAN PEMBANGUNAN BANGSA

KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA DAN
PEMBANGUNAN BANGSA
الحمد لله الذي تفرّد فى ملكه وبقاه   وتقدّ س فى ازليّته فلا عين تراه    حكم بحكمه فى خلقه فلا معقّب لحكمه  ولا رادّ لما قضاه    قسم الارزاق والاجال بين عباده    هذا منعه وهذا اعطاه    وهذا اسعده وهذا اشقاه    احمده سبحانه وتعالى على ما اعطاه     واشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له شهادة من شهد ها يبلغ مناه    واشهد
اانّ سيّدنا ونبيّنا محمّدا عبده ورسوله سيّدُ اَنْبِيَاهُ    اللهمّ صلّ وسلّم على سيّدنا ونبيّنا محمّدٍ وَعَلى الِهِ وَاَصْحَابِهِ  وَ مَنْ وَالاهُ .    امّا بَعْدُ.    فيا ايّهَا النّاسُ اتّقُوا الله فَقَدْ فَازَ مَنِ اتّقَاهُ


Dr. Yusuf Qordowi dalam bukunya musskylatul fakry wakaifa a’la jahlil islam mengungkapkan islam saat ini tengah menghadapi persoalan besar lagi mendasar yakni berada dalam kondisi kemiskinan, kebodohan,dan keterbelakangan.
Prof. Dr. Nurcholis Majid pun menegaskan islam memiliki ajaran visioner dan revolusioner, tetapi anehnya kondisi umat islam saat ini betul-betul dicengkram oleh gurita kemiskinan dan kebodohan.
Kualitas SDM dan Pembangunan Bangsa
Ungkapan tersebut bukan hanya mengumbar kata tanpa fakta sebab secara de jure dan de facto kita kalah dari Amerika yang kapitalis, kita jauh tertinggal oleh cina yang konfucionis, bahkan kita jauh terbelakang oleh Jepang yang budis tausis.  Dampaknya hadirin kita hanya menjadi bangsa yang berjiwa pengemis, bermental apatis, dan berwatak iblis, fikirannya kotor jiwanya kendor mentalnya molor kerjanya hanya mondar-mandir dan melakukan hal yang tidak jelas, betul.