GHOLIBAN : Madu Kalimantan (beepollen dan royal jelly)

Madu hutan kalimantan gholiban adalah madu asli yang diambil langsung dari sarang lebah liar apis dorsata dari dari hutan Kalimantan.

BAHASA ARAB DI HARI PERTAMAKU MENGAJAR

Hari ini menjadi hari pertama aku mengajar bahasa Arab di semester 2, tepat di hari Senin tanggal 16 Januari 2017..

Kisah Umar Bin Khattab Part.1 : Sentuhan Hidayah

Umar bin Khattab adalah salah seorang yang keras permusuhannya kepada Nabi Muhammad saw. Begitu kuat hasratnya untuk membunuh beliau..

Antara Sambutan dan Roasting

Roasting adalah metode Stand Up yang seringkali digunakan oleh komedian untuk menyerang seseorang namun dengan cara yang unik.

Inferior

Apa sih inferior itu? Melihat dari makna yang termaktub di KBBI online, inferior berarti bermutu rendah, (merasa) rendah diri.

Sabtu, 21 Mei 2016

HILUX On The Road

HILUX On The Road

“Waaww,, mantab!” begitu komentar seorang kawanku, Bang Ade Herman di saat perjalanan darat ini belum usai. “Ini nggak jauh beda dengan offroad di gunung-gunung,” lanjutnya.
Maklum, perjalanan ini tidak cuma menguras biaya, tapi juga tenaga. Apalagi abang para sopir. Tapi mereka kan sudah biasa, kalau kita?? para pendatang dari Jawa.

Rasakan sensasi HILUX On The Road
“Malam ini manfaatkan waktu dengan sebaik mungkin untuk beristirahat. Karena besok pagi kita berangkat sebelum pukul 06.00 WIT,” ujar Bapak Tete, ketua LPTQ Teluk Wondama.
Beliau menjelaskan bahwa perjalanan paling cepat bisa mencapai 6 jam jika lancar. Samar-samar aku mendengar bahwa mobil yang dipakai bermerk HILUX, mobil khusus anti meistream. Yang sanggup menembus bebatuan terjal, melewati tanah bergambut dan membelah gunung. Perfect!

Jumat, 20 Mei 2016

TEMAN-TEMAN Keluarga Besar TELUK WONDAMA

TEMAN-TEMAN
Keluarga Besar TELUK WONDAMA

Benarlah apa sabda baginda Nabi besar Muhammad SAW, jika silaturahim bisa menjadi perantara terbukanya rizki. Bermacam-macam rizki malahan, bisa berupa uang, kesehatan, kebahagiaan dan banyak lagi.
Itu pula yang aku rasakan saat berada di dalam kafilah MTQ Teluk Wondama. Satu-satunya kawan yang aku kenal sebelumnya adalah Hasyim, suami dari temanku di pesantren, Laela.

Keluarga Besar Teluk Wondama
Saat pertama kali kali menginjakkan kaki di bandara Manokwari, hanya satu nama yang aku kantongi sebagai orang yang mengajakku ikutan MTQ. Abang Nisfu namanya, orang Medan. Entah apa sebab nuzulnya dengan memakai nama nisfu, padahal kan nama itu leebih tenar untuk penggunaan ibadah di bulan Sya’ban. Saat di mana amal catatan perbuatan manusia diangkat ke hadapan Allah SWT. Mungkin ada kaitannya dengan itu. Selebihnya aku tak tahu.

Kamis, 19 Mei 2016

HANYA TERSISA UNTAIAN DOA

HANYA TERSISA UNTAIAN DOA

“Bang, kalau waqaf di kalimat ini bagaimana ya? Apa boleh? Terus penglangannya dari kalimat mana?” tanya peserta qari, selepas tampil dari arena.
“Kalau bel satu, nggak sampai dorong. Ada kemungkinan lolos nggak ya?” tanya peserta tahfizh tak kalah sengit.
Aku baru nyadar mempunyai kedudukan yang penting di mata para qari, karena bisa mengurangi penilaian. Termasuk di kalimat mana mengulangi waqaf tersebut.

Tersisa sebuah doa
“Enak ya, qari. Tinggal baca saja. jadi nggak gerogi. Beda amatahfizh harus ingat ama bacaannya. Sedikit bel bisa mempengaruhi kelangsungan rasa tenang setelahnya.
Dan aku baru nyadar jika qari pun punya rasa gerogi. Dalam menentukan lagu, waqaf dan ibtida’nya. Mengatur panjang pendek nafasnya. Bagaimana menghindari jally yang susah untuk disadari.
Hmmmm, ada ada aja.

Senin, 16 Mei 2016

Dari Tasik Hingga Surabaya