GHOLIBAN : Madu Kalimantan (beepollen dan royal jelly)

Madu hutan kalimantan gholiban adalah madu asli yang diambil langsung dari sarang lebah liar apis dorsata dari dari hutan Kalimantan.

BAHASA ARAB DI HARI PERTAMAKU MENGAJAR

Hari ini menjadi hari pertama aku mengajar bahasa Arab di semester 2, tepat di hari Senin tanggal 16 Januari 2017..

Kisah Umar Bin Khattab Part.1 : Sentuhan Hidayah

Umar bin Khattab adalah salah seorang yang keras permusuhannya kepada Nabi Muhammad saw. Begitu kuat hasratnya untuk membunuh beliau..

Antara Sambutan dan Roasting

Roasting adalah metode Stand Up yang seringkali digunakan oleh komedian untuk menyerang seseorang namun dengan cara yang unik.

Inferior

Apa sih inferior itu? Melihat dari makna yang termaktub di KBBI online, inferior berarti bermutu rendah, (merasa) rendah diri.

Kamis, 13 Oktober 2016

TEPAR DAN SAKIT SENIN

TEPAR DAN SAKIT SENIN

Teman boleh percaya boleh tidak bahwa di tempat kami ada waktu satu hari di mana penyakit datang menyerang secara mendadak dan terus-terusan. Penyakit yang menyerang sendi-sendi kehidupan dan menggoyang stabilitas pendidikan. Penyakit yang mungkin kata guru merupakan kambuhan namun kata murid ini merupakan kesempatan.
Penyakit itu namanya Penyakit Senin.
Sakit atau Sakit-sakitan?

“Dulu saya pernah mnympahin Pak. Atas nama Allah, jika mereka hanya pura-pura sakit maka keturunan mereka sampai mereka sendiri akan terkena sakit beneran, sulit disembuhkkan,” cerita Pak Azis.
Masih dari cerita Pak Azis bahwa cara itu cukup efektif. Sebab besoknya pas lagi upacara tidak ada yang absen. Ikut semua.

Namun karena ini namanya penyakit kambuhan maka rentan juga dengan kemunculannya kembali. Buktinya?
Selama bebarapa pekan terakhir, ada ajayang aijin sakit. Terus yang ijin itu tidak hanya satu dua. Parahnya bisa mencapai angka lebih dari lima siswa. entah sakitnya apa, yang pusing lah, demam lah, meriang lah, batuk pilek lah dan banyak lagi lainnya.

Selasa, 11 Oktober 2016

LAPORAN KEGIATAN RIHLAH BULANAN ASRAMA Oktober 2016

LAPORAN KEGIATAN RIHLAH BULANAN ASRAMA
Oktober 2016

A        LATAR BELAKANG
SMPIT Al Araf Sukabumi adalah sekolah dengan sistem keasramaan. Sistem ini mengharuskan siswa-siswanya berada dan menginap untuk waktu yang cukup selama, tiga tahun selama mereka berada di sekolah tersebut. Keadaan ini tentu mengharuskan diberlakukannya kegiatan yang kontinue dan terpogram di setiap hari, pekan dan bulannya.
Salah satu kegiatan yang disepakati bersama adalah Rihlah (Outing) ke suatu tempat. Kegiatan ini mempunyai tujuan utama untuk merefresh otak anak-anak yang selama hampir sebulan digunakan untuk belajar dan mengikuti kegiatan, sehingga seusai kegiatan ini mereka mampu mengambil pelajaran dan memetik hikmah yang ada sekaligus menumbuhkan semangat baru dalam menjalani aktifitas sesudahnya.
Rizzy Az Zahraa

B         LAPORAN KEGIATAN
1.        Laporan Pelaksanaan
Untuk Rihlah kali ini kita memilih tempat dengan destinasi air yang tinggi. Pilihan itu jatuh pada Rizzy Az Zahraa yang terletak di Selabintana.
Setelah semua persiapan dirasa cukup, kami yang terbagi dalam dua rombongan, mobil Al Araf dan mobil pick up hasil menyewa dari tetangga berangkat menuju lokasi. Dengan total jumlah, 34 siswa, 3 orang guru (dua dari guru naik motor) berangkat di sekitar pukul 08.30, Sabtu, 08 Oktober 2016. Butuh waktu kurang lebih satu jam untuk sampai di lokasi.

Senin, 10 Oktober 2016

DAILY ACTIVITY OF TAHFIZH SMPIT AL ARAF

DAILY ACTIVITY OF TAHFIZH SMPIT AL ARAF

Sebagai seorang blogger sejati, rasa-rasanya tangan ini menjadi gatal jika sehari tidak memposting satu atau dua buah tulisan. Apa pasal?
Pertama, aku adalah bagian dari komunitas One Day One Post (ODOP) yang mengharuskan diri untuk memposting tulisan, minimal satu tulisan perhari.
Kedua, niatku sedari awal untuk menjadi penulis produktif.
Terlepas dari carut marut dan amburadulnya model tulisan yang aku buat, aku tetap yakin suatu saat niatku akan terwujud. Caranya sederhana saja, biasakan menulis.
 
Tilawah Berjamaah
Selain itu aku harus mengimbangi segala bentuk aktifitas menulis itu dengan profesiku sebagai guru. Dan beberapa hari terakhir aku disibukkan dengan segala aktifitas kepeguruan. Aktifitas yang amat menguras waktu dan pikiranku. Mungkin juga mampu menguruskan badanku (padahal dari dulu juga kurus hehe), yakni tentang penyusunan RPP, penyusunan aktifitas keseharian, menghandle kegiatan pekanan, perlombaan de el el.

Minggu, 09 Oktober 2016

SAAT JIWA ANAK RAPUH

SAAT JIWA ANAK RAPUH

“Entah kenapa ya Pak, nggak biasanya seperti ini. Tapi beginilah keadaannya,” seorang wali murid meluapkan curahan hatinya padaku.
Sebagai guru, aku haruslah pandai mendengar, meski tak harus melulu memberi solusi. Harus pandai memberi perhatian lebih meski tak harus melulu menerapkan apa yang dipintanya, karena sekolah sudah mempunyai aturan tersendiri.
setiap anak mempunyai karakter unik tersendiri
“Kalau saya sendiri nggak pernah menyangka Pak, dia rapuh seperti itu. Saya pikir diamnya dia beberapa hari ini karena memang dia seorang pendiam. Eh ternyata,....” ujarku menimpali.
Diskusi kami berlanjut pada hal-hal yang sensitif lainnya, perihal keseharian di sekolah, kenakalan dan kekocakan anak-anak hingga program ibadah dan tahfizh. Sehingga mencapai kesimpulan bahwa bully yang dia dapat dari teman-temannya akibat kesenjangan status pemakaian handphone. Ya, teman-temannya merasa jika si F dianak emaskan karena bolehnya dia membawa HP, sementara yang lain tidak. Hp kawan-kawannya banyak yang dirampas sementara si F bebas disimpan oleh guru dengan pemakaian di waktu-waktu tertentu.