FENOMENA
PECI:
PENTINGNYA
SEBUAH ETIKA
Di pertengahan bulan lalu, aku diberi
kesempatan mengikuti perlombaan tingkat nasional dalam rangka Musabaqah
Tilawatil Quran (MTQ) yang diadakan di Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Perlombaan ini mempertemukan puluhan cabang dengan diikuti seluruh propinsi
dari bumi pertiwi ini. Karena banyaknya cabang yang dilombakan, maka lokasi
perlombaanpun beragam. Namun dari semua lokasi itu hanya satu yang menjadi
pusatnya, yakni alun-alun di dekat masjid raya.
Sehari sebelum acara pembukaan, lokasi
masjid raya diseterilkan dengan kawat berduri yang melintang. Dari informasi
yang aku dapat, hal ini dilakukan untuk menjaga keamanan orang nomor satu di
Indonesia, Pak Joko Widodo.
Benar saja, saat pembukaan tiba, ribuan
orang menyemut ingin memeriahkan syiar yang ada. Selain itu, tak sembarang
orang yang bisa masuk. Hanya mereka yang memakai name tag (tanda
pengenal) yang aman saat boleh masuk.
Hal yang sama, juga dilakukan saat acara
penutupan MTQ, di lokasi yang sama.











